Selamat datang di Breaking News In Blog Ardyan

POLITIK

ISU-ISU POLITIK DI INDONESIA YANG MENGANCAM PERTAHANAN NASIONAL
“KUDETA” Presiden SBY-BUDIONO 



1.ISU-ISU YANG BERKEMBANG

       Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia (MKRI) akan menggelar demonstrasi serentak di seluruh Indonesia hari ini (25/3). Meski sempat mengkhawatirkan aksi ini sebagai upaya 'kudeta', Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
       Rencana Kudeta diprakarsai MKRI (Majelis Kedaulatan Rakyat) dengan tokoh-tokohnya antara lain Ratna Sarumpaet, Adie M Massardi, Erwin Usman, Neta S Pane, dan Haris Rusli itu berakhir dengan aksi damai bagi-bagi sembako di depan kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta. Ketua MKRI Ratna Sarumpaet, mengingatkan agar istilah kudeta yang digaung-gaungkan oleh Istana tidak lagi dipakai menamai aksi MKRI. Pasalnya, kudeta hanya bisa dilakukan oleh tentara.

 2. LATAR BELAKANG/GAMBARAN UMUM

    isu kudeta ini  muncul karena ada ketidakpuasan terhadap kinerja pemerintah yang dilakukan melalui demo dan keinginan untuk membentuk pemerintahan transisi sebagaimana dalam video MKRI.  Sehingga kita dapat menilai bahwa niat untuk melakukan kudeta ini benar adanya dimana terlihat dari beberapa akun jejaring sosial yang menamakan diri untuk menuntut SBY mundur. Dan dapat disimpulkan bahwa Isu kudeta itu memang benar adanya, namun seberapa kekuatannya itulah yang kita lihat pada hari demo di Bulan maret tersebut. Dan isu kudeta tidak dapat juga kita pandang sebelah mata karena kejadian 1997-1998 kudeta diawali oleh gerakan mahasiswa dan massa.

 3.KRONOLOGIS berkembangnya isu “KUDETA”

         Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia (MKRI) menggelar demonstrasi serentak di seluruh Indonesia senin 25 April 2013, rencana Kudeta diprakarsai MKRI (Majelis Kedaulatan Rakyat)  berakhir dengan aksi damai bagi-bagi sembako di depan kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta.
Berita ini semakin mengemuka ketika Presiden SBY menanggapi isu kudeta tersebut yang dikembangkan melalui informasi Intelijen. Tanggapan pertama presiden disampaikan pertama sekali saat akan melakukan kunjungan lawatan ke Mesir.Memang respon Presiden SBY ini ditanggapi beragam baik yang mengkritik maupun mendukung. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terlalu lebay atau sangat berlebihan  menanggapi isu penggulingan pemerintahan. Hal tersebut dapat mengakibatkan Masyarakat semakin apatis terhadap pemerintahan saat ini, apalagi di sejumlah daerah insiden kekerasan bersenjata oleh oknum aparat keamanan terhadap warga negara, semakin menjadi-jadi.
Bagi pihak yang mengkritik menilai respon Presiden SBY adalah respon yang berlebihan. Salah satunya sebagaimana di muat dalam berita satu bahwa Isu kudeta yang dilontarkan Presiden SBY selain menimbulkan kegaduhan politik, dianggap oleh Hendardi, Ketua SETARA Institute, sebagai tanda yang bersangkutan tidak lagi fokus mengurus negara. "Kegaduhan politik dan potensi instabilitas sesungguhnya dipantik oleh Presiden SBY sendiri yang sudah tidak lagi fokus mengurus negara," kata Hendardi, di Jakarta, Minggu (25/3). Demikian juga oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem), Masinton Pasaribu, Kamis (21/3). melalui media berita online "Kritikan dan aksi-aksi protes massa yang menggunakan spanduk dan poster-poster jelas bukan gerakan kudeta.
Sekjen Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas mengharapkan, semua aspirasi bisa dikemukakan secara terbuka terlebih apabila disertai dengan dasar itikad baik dan solusi terhadap permasalahan bangsa.

"Partai Demokrat secara tegas menolak apabila isu demonstrasi diarahkan untuk penggulingan pemerintahan yang sah, isu kudeta melalui cara-cara yang tidak konstitusional karena menurut kami tidak ada alasan untuk melakukan itu," kata Ibas di kantornya Jalan Kramat VII Jakarta, Kamis (21/3).
Upaya yang di lakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ialah memanggil sejumlah jenderal, untuk mengantisipasi ancaman tersebut.

 4. SOLUSI OLEH TIM PENGKAJI MATERI

    Berkaitan dengan isu kudeta ini, bahwa kudeta bukanlah cara yang terbaik menyelesaikan permasalahan bangsa ini. Sejarah telah membuktikan bahwa kudeta membawa bangsa Indonesia kedalam masalah baru yang cukup rumit.
   Kita tidak menginginkan sebuah revolusi apalagi dengan menggunakan kekuatan fisik dan berdarah. Kejadian di negara timur tengah mengingatkan bahwa hukum karma sepertinya berlaku dimana revolusi berdarah akan terjadi berulang dan memakan korban. Kejadian di Mesir dan Libya mengingatkan kita bahwa Khadafi naik dengan peristiwa berdarah dan beliaupun turun dengan peristiwa berdarah. Begitu juga di negara kita telah membuktikan bahwa jatuhnya Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto terjadi karena gerakan mahasiswa dan pemuda yang menyisakan cerita yang menyedihkan untuk semua kalangan. Bahkan semangat reformasi yang kita elu-elukan di akhir tahun 90-an menyisakan PR yang cukup besar dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat. Arah reformasi seakan membuat Negara kita semakin terpuruk.

solusi yang harus dilakukan:
   a.      Solusi moral
   b.      Adanya sikap keterbukaan dari pemerintahan di dalam kinerjanya

0 komentar: